jump to navigation

Kiamatkah 2012? November 16, 2009

Posted by eljarie in Uncategorized.
trackback

Hari Kiamat akan terjadi pada tahun 2012, begitulah banyak tulisan yang bisa ditemukan dari berbagai situs, blog di internet dan berbagai media cetak dan elektronik. Kiamat tahun 2012 tersebut kabarnya hasil dari ramalan kalender suku Maya.

Berbagai argumen dan tanggapan mengenai isu kiamat 2012 pun bermunculan. Ada yang menyebutkan bahwa berita tentang hari kiamat ini adalah merupakan hasil dari konspirasi dari sebuah perkumpulan tertentu untuk menguasai dunia. Dari segi sains, maka para pakar menyebutkan bahwa pada tahun 2012 bukan hari kiamat tapi badai Matahari.

Begitu heboh memang tentang isu kiamat yang satu ini, mengingat media informasi teknologi saat ini berkembang pesat, sehingga membantu menyebarkan berita ini ke berbagai media sehingga isu kimat 2012 menjadi benar-benar heboh.

Bagaimana Syariat menuntun kita mengimani hari kiamat dan tanda – tandanya serta sikap yang mesti dimiliki oleh setiap muslim terhadap hari kebangkitan kelak, hari kiamat? Berikut kami tuliskan beberapa penjelasannya.

Hari Kiamat Adalah Rahasia Allah
Tentang datangnya hari Kiamat, maka tidak ada seorang pun yang mengetahui, baik Malaikat, Nabi, maupun Rasul, masalah ini adalah perkara ghaib dan hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala sajalah yang mengetahuinya. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur-an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya : ”Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [QS. Al An’aam:59].

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya : “Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat: ‘Kapankah terjadinya.’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” [QS. Al-A’raaf: 187]

Juga firman-Nya, artinya : “Manusia bertanya kepadamu tentang hari kebangkitan. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kebangkitan itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu wahai (Muhammad), boleh jadi hari kebangkitan itu sudah dekat waktunya.” [QS. Al-Ahzaab: 63]

Juga ketika Malaikat Jibril Alaihissalam mendatangi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bertanya, “Kabarkanlah kepadaku, kapan terjadi Kiamat?” Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.” [HR. Muslim]

Ramalan Dalam Islam
Mempercayai ramalan dalam Islam, hukumnya adalah haram dan dapat digolongkan menjadi syirik. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, artinya : “Barangsiapa mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari”. [Hadits Riwayat Muslim no, 2230, kitab As-Salam, dan Ahmad no. 22711].

Dan jika kemudian ramalan tersebut dipercayai, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, artinya : “Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad”. [HR. Tirmidzi No. 135, Abu Dawud No. 3904, Ibnu Majah No. 639 dan Ahmad No. 9252].

Apalagi, ramalan perihal hari kiamat adalah perkara yang teramat agung, menyangkut aqidah seseorang sehingga tentu kita wajib berhati-hati. Wallahu A’lam.

TANDA HARI KIAMAT
Meskipun waktu terjadinya hari Kiamat tidak ada yang mengetahuinya, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitahukan kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tanda-tanda Kiamat tersebut. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada ummatnya tentang tanda-tanda Kiamat kiamat tersebut.

Tanda Kiamat Kecil
Di antara tanda – tanda kecil datangnya hari kiamat sebagaimana disebutkan dalam dalil-dalil al Qur’an dan sunnah , yakni :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda artinya : “Aku telah diutus (sebagai Rasul) (jarak) antara aku dan hari kiamat seperti dari sini kesini atau seperti dua perkara ini. Dan beliau menggandengakan antara ibu jari dan jari tengahnya.” (HR. Bukhari).

Jawaban Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditanya oleh Jibril tentang tanda hari kiamat, artinya : “Jika seorang budak melahirkan tuannya dan jika seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan pengembala domba, berlomba – lomba meninggikan bangunannya” [HR. Muslim].

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, artinya : “Perhatikanlah enam tanda-tanda hari Kiamat: (1) wafatku, (2) penaklukan Baitul Maqdis, (3) wabah kematian (penyakit yang menyerang hewan sehingga mati mendadak) yang menyerang kalian bagaikan wabah penyakit qu’ash yang menyerang kambing, (4) melimpahnya harta hingga seseorang yang diberikan kepadanya 100 dinar, ia tidak rela menerimanya, (5) timbulnya fitnah yang tidak meninggalkan satu rumah orang Arab pun melainkan pasti memasukinya, dan (6) terjadinya perdamaian antara kalian dengan bani Asfar (bangsa Romawi), namun mereka melanggarnya dan mendatangi kalian dengan 80 kelompok besar pasukan. Setiap kelompok itu terdiri dari 12 ribu orang.” [HR. Bukhari]

Juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, artinya : “Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah : diangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, dan merajalelanya perzinaan.” [HR. Bukhari]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, artinya : “Tidak akan datang kiamat sehingga banyak huru-hara (kerusuhan). Para sahabat bertanya : Apakah huru hara atau kerusuhan itu, wahai Rasulullah ?. Beliau menjawab : Pembunuhan, pembunuhan” [HR. Muslim]

Imam Ahmad dan Hakim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, artinya : “Menjelang datangnya hari kiamat para pembesar sama menyerah dan perdagangan merebak ke mana-mana sehingga kaum wanita pun ikut serta berdagang dengan suaminya” [Musnad Ahmad 5 : 333 dengan syarah Ahmad Syakir, katanya , “Isnadnya shahih”, dan Mustadrak Al-Hakim 4 : 445-446].

Diriwayatkan secara marfu’ dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, artinya : “Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari Kiamat ialah banyak terjadi kematian secara mendadak”. [HR. Ath-Thabrani. Lihat : Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir 5 : 214, hadits nomor 5775].

Tanda Kiamat Besar
Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani tentang adanya tanda-tanda Kiamat yang besar (kubra) seperti : keluarnya Imam Mahdi, Dajjal, turunnya Nabi ‘Isa Alaihissalam dari langit, Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, dan yang lainnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya : “Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan Malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Rabb-mu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Rabb-mu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengu-sahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu sesungguhnya kami pun menunggu (pula).” [QS. Al-An’aam: 158]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, artinya : “Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda: (1) penenggelaman permukaan bumi di timur, (2) penenggelaman permukaan bumi di barat, (3) penenggelaman permukaan bumi di Jazirah Arab, (4) keluarnya asap, (5) keluarnya Dajjal, (6) keluarnya binatang besar, (7) keluarnya Ya’juj wa Ma’juj, (8) terbitnya matahari dari barat, dan (9) api yang keluar dari dasar bumi ‘Adn yang menggiring manusia, serta (10) turunnya ‘Isa bin Maryam Alaihissalam.” [HR. Muslim dan lainnya]

Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu berkata Rasulullah melihat kami ketika kami tengah berbincang-bincang. Beliau berkata: “Apa yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab: “Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.” Beliau berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian lihat sebelumnya sepuluh tanda.” Beliau menyebutkan: “Dukhan (asap), Dajjal, Daabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya ‘Isa ‘alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, dan tiga khusuf (dibenamkan ke dalam bumi) di timur, di barat, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman mengusir (menggiring) mereka ke tempat berkumpulnya mereka.” (HR. Muslim)

Sikap Mukmin dalam Menghadapi Hari Kiamat
Seorang mukmin dalam menghadapi hari Kiamat hendaknya dia mempersiapkan diri dengan amalan-amalan yang shalih yang bisa mendekatkan dirinya kepada Allah Ta’ala dan surgaNya, yang menyebabkannya menerima catatan amal dari sebelah kanan. Begitu juga hendaknya ia menjauhkan diri dari hal hal yang dapat mendatangkan murka Allah dan siksaNya yang menyebabkannya mendapat catatan amal dari sebelah kiri, dengan merenungkan ayat ayat al-Qur’an, Sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengamalkannya seperti bertauhid kepada Allah Ta’ala dan menjauhi Syirik dan berbuat baik kepada manusia serta tidak menzhalimi mereka. Cobalah kita renungkan dengan baik firman Allah Ta’ala dalam surat al-Maidah:72, Ali Imran:133-137, juga al-Haqqah ayat:13-37, al-Zalzalah dengan sempurna dan ayat-ayat lain yang sangat banyak, juga renungkanlah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Barangsiapa yang beiman kepada Allah Ta’ala dan Hari akhir, maka muliakanlah tamunya dan “Barangsiapa yang beriman kepada Allah Ta’ala dan Hari akhir Maka hendaklah menyambung tali silaturrahimnya, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah Ta’ala dan Hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam.” (HR.Bukhari).

Akhirnya kita memohon kepada Allah Ta’ala untuk mendapat ridha dan surgaNya, dan apa-apa yang dapat mendekatkan kepadaNya baik berupa ucapan maupun berbuatan. serta kita memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari murka dan siksaNya.

Wallahu A’lam bi shawab.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: